Rabu, 18 Juni 2014

Tujuh Fungsi Bermain Pada Anak-anak

Bermain adalah suatu kegiatan yang selalu dilakukan oleh anak-anak yang normal. Melalui bermain anak akan memperoleh pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal. Namun demikian, masih banyak orang tua yang belum memahami fungsi dan manfaat bermain bagi si buah hatinya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa sesungguhnya bermain itu ditinjau dari sudut pandang keilmuan. Semoga dengan pembahasan yang singkat ini dapat memberikan pemahaman bagi kita semua.
Menurut Wong (1990) dan Foster (1984), pengertian bermain adalah suatu kegiatan alamiah yang dilakukan oleh anak atas keinginan sendiri dalam rangka mengungkapkan konflik dirinya yang tidak disadari guna memperoleh kesenangan dan kepuasan.
Dari pengertian di atas, dapat dijelaskan bahwa bermain adalah suatu proses alamiah yang dengan sendirinya akan dilakukan oleh anak-anak. Melalui bermain anak akan mengekplorasi semua perasaan. Sebagaimana layaknya manusia biasa, anak-anak juga mempunyai sejumlah masalah yang terjadi di dalam dirinya. Misalnya: anak-anak kurang merasa disayangi dikarenakan waktu orang tuanya yang sedikit sekali tersisa setelah lelah seharian bekerja. Maka konflik (masalah) yang seperti itu akan diungkapkan oleh anak dalam bentuk permainan. Melalui bermain anak akan mencari kepuasan dan kesenangan sehingga konflik yang tadi terjadi bisa dilupakan oleh anak.

Fungsi Bermain
Pada prinsipnya, anak-anak harus diberikan kesempatan bermain yang seluas-luasnya. Usahakan untuk tidak memberikan larangan bermain, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang memaksa, misalnya anak-anak melakukan permainan yang membahayakan. Tugas orang tua yaitu mendampingi dan memberikan arahan ketika bermain, serta mencegah dari resiko cedera. Terdapat banyak sekali manfaat dan fungsi bermain bagi anak-anak. Bermain akan memacu pertumbuhan fisik, perkembangan kepribadian dan peningkatan keterampilan.

Dalam beberapa buku disebutkan ada 7 (tujuh) fungsi bermain bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, yaitu sebagai berikut:
1. Perkembangan Sensorik dan Motorik: Aktifitas sensorik dan motorik adalah komponen yang paling besar dipergunakan oleh anak ketika bermain. Permainan yang aktif akan melibatkan semua panca indera sebagai organ sensorik, dan melibatkan sebagian besar otot (muskulus) sebagai organ motorik. Semakin sering anak bermain maka akan semakin sering organ sensorik dan motorik ini dilatih. Sensorik dan motorik yang terlatih akan meningkatkan keterampilan (psikomotor) anak. Sewaktu-waktu keterampilan ini akan kembali didemontrasikan dan digunakan kembali oleh anak untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam kehidupannya. Tugas orang tua: Melakukan pengawasan terhadap jenis permainan yang dilakukan anak, memberikan arahan agar anak memilih permainan yang tidak membahayakan.
2. Perkembangan Kognitif: Anak kecil mempunyai organ memori yaitu otak (cerebri) yang belum banyak terisi. Melalui bermain anak akan mengeksplorasi dan memanipulasi benda-benda di sekitarnya. Anak-anak akan mengenali dan mempelajari berbagai macam warna, berbagai bentuk, berbagai ukuran dan penggunaannya. Setelah mengenali dan mempelajari, selanjutnya anak akan menyimpannya di dalam sel-sel memori (otak). Semakin banyak sel memorinya terisi oleh data-data tertentu yang diperolehnya melalui permainan, maka akan semakin meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif ini akan dipergunakan oleh anak untuk menganalisa tugas-tugas dan masalah yang ditemui dalam kehidupannya. Tugas orang tua: Memberikan dorongan belajar dan memfasilitasi anak untuk mengenali benda-benda. Orang tua harus memberikan penjelasan tentang semua hal yang ditanyakan oleh anak. Alasannya: ketika anak telah mempertanyakan tentang sesuatu hal, pada saat itu anak sedang membuka sel-sel memorinya untuk diisi dengan data-data yang benar. Jangan pernah orang tua memberikan jawaban yang salah. Ketika anak memburu dengan pertanyaan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya, jangan pernah orang tua menyebut anak sebagai "anak yang cerewet" dan sebagainya. Karena sebutan "cerewet" merupakan hukuman bagi si anak, dan akan menyebabkan anak menjadi takut untuk bertanya. Keadaan tersebut akan menghambat perkembangan kognitif anak, yang artinya mengarahkan anak kepada kondisi yang tidak cerdas. Berbanggalah orang tua ketika mempunyai anak yang selalu bertanya, karena anak yang selalu bertanya adalah calon orang cerdas. Ingat: Bangsa Indonesia saat ini sangat membutuhkan orang cerdas untuk memperbaiki kondisi bangsa yang terpuruk. Siapa yang sangka jika orang itu adalah anak anda. Amien... Ya Robbal Alamien.
3. Perkembangan moral dan etika: Selain berinteraksi dengan benda-benda sebagai alat permainan. Anak-anak juga akan berinteraksi dengan non-benda yaitu teman-teman sepermainannya. Melalui interaksi dengan teman-temannya di dalam kelompok, anak akan belajar tentang bagaimana aturan bermain di dalam kelompok. Misalnya: harus bersikap jujur, tidak boleh bermain curang dan harus mematuhi aturan-aturan permainan. Bermain dengan sikap jujur, tidak boleh curang dan harus mematuhi aturan permainan merupakan suatu bentuk moral dan etika. Anak-anak akan belajar mematuhinya, dan ini merupakan cikal bakal terbentuknya sikap moral yang baik, beretika dan penuh tata krama. Bila anak telah belajar mematuhinya, Insya Allah anak akan mampu mengenali sikap moral dan etika di dalam kehidupan bermasyarakat. Tugas orang tua: Memperkenalkan aturan-aturan permainan dan memberikan teguran kepada anak ketika anak melanggar aturan tersebut. Jangan pernah anak anda dibiarkan berlaku tidak jujur (berbuat curang), karena bangsa ini sudah sangat terpuruk oleh perilaku-perilaku orang-orang yang tidak jujur. Bangsa ini membutuhkan orang-orang jujur sebagai pemimpin. Semoga pemimpin bangsa ini kelak adalah anak anda, hanya... jika anda mau memperkenalkan aturan-aturan, moral dan etika. Dan jangan lupa untuk memberikan teguran bila anak melanggar.
4. Perkembangan kreatifitas: Di dalam melakukan permainan, anak-anak dapat menerapkan ide-ide mereka. Semakin banyak media dan jenis permainan yang mereka mainkan, maka akan semakin banyak ide-ide yang bermunculan di dalam pikiran si anak. Ide-ide ini akan memunculkan kreatifitas untuk memodifikasi permainan. Jika anak berhasil dengan kreatifitasnya, maka anak akan merasakan senang dan puas. Kreatifitas ini akan berkembang menjadi minat dan bakat pada saat anak beranjak dewasa. Tugas orang tua: Memperkenalkan berbagai jenis permainan dan alat-alatnya. Dan memberikan contoh permainan dengan menggunakan media-media dari lingkungan sekitar, misalnya: bermain mobil-mobilan dari pohon pisang, dll.
5. Perkembangan kesadaran diri: Melalui bermain, anak akan mengenali kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelemahannya. Anak akan melakukan pengujian terhadap kemampuannya dan kemampuan orang lain. Anak juga akan mempelajari tingkah laku orang lain terhadap dirinya, dan tingkah lakunya terhadap orang lain. Serta anak juga akan mempelajari akibat dari tingkah lakunya terhadap orang lain. Hasil dari anak mengenali kelebihan dan kekurangannya, kelemahan dan kekuatannya, kemampuan dan ketidakmampuannya, tingkah laku dan akibatnya adalah perkembangan kesadaran diri anak. Anak akan menyadari potensi (keunggulan) dirinya. Dan anak akan mengenali dan menyadari akibat dari suatu perbuatan. Kesadaran diri ini akan membentuk konsep diri si anak. Tugas orang tua: Membantu mengenali potensi dan kemampuan si anak. Memberikan latihan-latihan tertentu jika anak merasa tidak mampu. Memberikan penjelasan tentang manfaat berbuat baik, dan menjelaskan akibat bila berbuat tidak baik.
6. Perkembangan komunikasi dan bahasa: Bagi bayi dan anak-anak, bermain merupakan alat komunikasi. Bayi akan memberikan balasan senyuman ketika ia diberikan senyuman. Bayi akan merasakan kenyamanan bila orang tuanya menatap dengan mata yang teduh. Bagi anak-anak yang belum mampu berkomunikasi secara verbal, menggambar dan bermain peran adalah bahasa dan komunikasi bagi mereka. Bagi anak-anak yang telah mulai berkomunikasi verbal, melalui bermain mereka akan mengembangkan bahasa mereka. Dari penyebutan kata yang tidak sempurna, akan terlatih ketika bermain sehingga menjadi sempurna. Pada mulanya hanya mampu beberapa kata saja, melalui permainan anak akan memperoleh banyak perbendaharaan kata (kosakata). Sehingga pada mulanya anak hanya mampu mengucapkan kalimat yang terputus-putus, melalui permainan akan terlatih mengucapkan kalimat yang sempurna. Tugas orang tua: Setelah bermain, meminta anak untuk menceritakan permainannya. Ditanyakan bermain dengan siapa, bermain apa, bagaimana cara bermainnya, bermain dengan senang atau tidak, dan lain-lain. Jika anak menyebutkan kata-kata yang tidak sempurna, diajarkan ejaannya yang sempurna. Jangan sekali-kali orang tua membiarkan ejaan kata yang salah, atau bahkan mengajarkan ejaan yang salah. Jika anak menyebutkan kata-kata yang tabu, dijelaskan bahwa itu tidak boleh dan melanggar norma dan etika.
7. Sebagai terapi: Ketika anak merasakan ketidaknyamanan, misalnya: anak sedang marah, benci, kesal, takut dan cemas. Bermain adalah solusi untuk menghilangkan rasa ketidaknyamanan tersebut. Atau ketika anak sedang sakit dan dirawat, bermain dapat menghilangkan rasa ketidaknyamanan akibat sakit dan akibat dirawat di rumah sakit (dampak hospitalisasi). Namun bermain ketika sakit mempunyai aturan-aturan dan prinsip tertentu. Tidak semua permainan boleh dimainkan oleh anak yang sedang sakit. Tugas orang tua: Ketika anak merasakan ketidaknyamanan, mengajak dan mendampingi bermain. Catatan: Jika ketidaknyamanan akibat sakit, harus dipilihkan permainan yang tidak memperberat kondisi sakit. 
Demikianlah fungsi-fungsi bermain bagi anak. Insya Allah di posting berikutnya saya akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi bermain dan Kriteria Permainan ketika anak sedang sakit dan dirawat.


Kata kunci: Fungsi bermain pada anak, perkembangan kreatifitas, perkembangan emosi dan bahasa, tumbuh kembang anak, terapi bermain, kelompok bermain anak, taman bermain anak di jakarta, terapi bermain anak, ruang bermain anak, taman bermain anak, taman bermain anak-anak, bermain anak, tempat bermain anak di jakarta, tempat bermain anak jakarta, tempat bermain anak-anak di jakarta, tempat bermain anak di bandung, tempat bermain anak, arena bermain anak, tempat bermain anak-anak, arena bermain anak di jakarta, dunia bermain anak, alat bermain anak.

Jumat, 02 Maret 2012

Tanda Gejala Penyakit Atelektasis

Apakah Penyakit Atelektasis itu? 

Atelektasis (Atelectasis) adalah salah satu jenis penyakit sistem pernafasan berupa pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal. 

Apa Tanda dan Gejala Atelektasis?
Atelektasis dapat terjadi secara perlahan dan hanya menyebabkan sesak nafas yang ringan. Penderita sindroma lobus medialis mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, walaupun banyak yang menderita batuk-batuk pendek. Gejala atelektasis bisa berupa gangguan pernafasan, nyeri dada, batuk. Jika disertai infeksi, bisa terjadi demam dan peningkatan denyut jantung, kadang-kadang sampai terjadi syok (disebabkan oleh penurunan tekanan darah sangat rendah). 

Bagaimana Proses Terjadinya Atelektasis?
Setelah penyumbatan bronchial yang terjadi secara mendadak sirkulasi darah perifer akan diserap oleh udara dari alveoli, yang akan menyebabkan terjadinya kegagalan pernapasan dan penarikan kembali paru-paru dalam beberapa menit, hal ini tanpa desebabkan adanya infeksi. 
Paru-paru akan menyusut secara komplek. Dalam tingkat awal, perfusi darah paru-paru akan kekurangan udara yang menyebabkan hipoksemia arterial. Jika kapiler dan jaringan hipoksia mengakibatkan timbulnya transudat berupa gas dan cairan serta udem paru. Pengeluaran transudat dari alveoli dan sel merupakan pencegahan komplit kolaps dari atelektasis paru. Daerah sekitar paru-paru yang mengalami udem kompensata sebagian akan kehilangan volume. Bagaimanapun juga pada kasus kolaps yang luas diafragma mengalami peninggian, dinding dada nyeri dan hal ini akan mempengaruhi perubahan letak hati dan mediastinum. 
Sesak yang ditimbulkan merupakan variasi perubahan stimulus pusat respirasi dan kortek serebral. Stimulus berasal dari kemoreseptor di mana terdapat daerah atelektasis yang luas yang menyebabkan tekanan O2 kurang atau berasal dari paru-paru dan otot pernapasan, dimana paru-paru kekurangan oksigen sehingga terjadi penambahan kerja pernapasan. Kiranya aliran darah pada daerah yang mengalami atelektasis berkurang. Tekanan CO2 biasanya normal atau seharusnya turun sedikit dari sisa hiperventilasi parenkim paru-paru yang normal. 

http://medicastore.com/penyakit/422/Atelektasis_Atelectasis.html 
http://medicom.blogdetik.com/2009/03/12/atelektasis/

Sabtu, 25 Februari 2012

10 Kiat Agar Rajin Menabung


Kebiasaan menabung bukanlah perkara mudah. Banyak yang mengeluh sulit menyimpan uangnya, bahkan dalam jumlah kecil. Umumnya masyarakat belum terbiasa disiplin menyisihkan uang untuk ditabung segera setelah mendapatkan penghasilan. 

Hal ini kemungkinan terjadi karena beberapa faktor, yaitu pendapatan yang benar-benar minim dan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan masyarakat umumnya tidak menentukan tujuan finansialnya dengan jelas.
Dari hasil Citi Financial Quotient Survey (Survey Kecerdasan Finansial) yang dilakukan setiap tahun, terlihat juga bahwa pergeseran kebiasaan menabung orang Indonesia tidak terlalu banyak berubah. Sekitar 47 % orang Indonesia sudah mulai menabung, sementara hanya 29 % yang taat kepada anggaran belanja yang dibuatnya.

Lantas bagaimana caranya untuk membiasakan agar kita mudah menabung. Berikut ini 10 cara mudah menabung: 

1. Catat kebiasaan anda dalam sebulan
Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya.
Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi.
Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja.

2. Sisihkan uang untuk anda pribadi
Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.
Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak. 
Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan.

3. Tentukan Tanggal
Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.




4. Bayarlah Utang Anda
Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan. 

5. Jaga terus disiplin anda 
Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi.

6. Motivasi diri anda untuk mencapai hasil yang besar
Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan. Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda.

7. Buka rekening yang tidak bisa anda sentuh
Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.

8. Gunakan Celengan atau toples untuk koin anda
Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain.

9. Kantongi bonus dan kejutan lainnya
Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda.

10. Biasakan Hidup Hemat
Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.

Sumber: http://vivanews.com

10 Artikel Paling Sering Dibaca